Mahasiswa SI

Rabu, 22 November 2017

Ranu Gumbolo, Replika Ranu Kumbolo 

Hallo guys, sudah pernah dengar Ranu Kumbolo? Hmm pasti sering banget kan. Apalagi para pecinta alam pasti sudah sangat tidak asing lagi nih sama danau cantik ini. Nah, kalau Ranu Gumbolo tau? Buka typo lho ini, tapi memang beneran ada. Lokasinya di Kabupaten Tulungagung. Menurut Google, alamat lengkapnya di Mulyosari, Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66291. Eits, tunggu dulu. Sejalan sebelum memasuki kawasan danau Ranu Gumbolo ini, terdapat Waduk Wonorejo. Tempatnya lumayan lho buat foto-foto ala-ala. Cek nih hasil hunting foto disini. Hihi

Foto alay

Waduk dan jalanan disampingnya

Foto alay

Waduk Wonorejo
Setelah puas foto-foto alay di waduk ini, lanjut ke tujuan utama yaitu Ranu Gumbolo. Yey, ga sebegitu jauh kok dari waduk. Tapi ya jalannya cukup berkelok-kelok. Akhirnya sampai pada danau Ranu Gumbolo. Pengunjung hanya perlu membayar 5000 untuk parkir mobil dan 5000 per orang untuk biaya masuk danau. Sangat terjangkau bukan? Beginilah pemandangan yang bisa dinikmati, cekidot!

Pintu masuk danau Ranu Gumbolo
Hutan pinus sebelum memasuki area danau
Background foto wajib



Ranu Gumbolo
Ya demikianlah wisata yang wajib dikunjungi di Tulungagung. Lumayanlah, ndak perlu jauh-jauh dan capek-capek ke Ranu Kumbolo. Bisalah ke replikanya. Hehe

Sabtu, 16 Januari 2016

Batu Bengkung, Surga Tersembunyi

Apa yang terlintas dibenak Anda saat mendengar kata Batu Bengkung ? Mungkin deretan batu yang menahan debusan ombak pantai.
Pantai Batu Bengkung merupakan salah satu pantai berombak besar di daerah Malang Selatan. Jaraknya hanya 3 km dengan Pantai Goa Cina. Sedangkan jarak dari kota Malang adalah 57 km atau sekitar 2 jam perjalanan. Tiket masuk hanya 6.000 saja. Bahkan saya kemarin hanya dikenakan tarif 10.000 untuk biaya parkir mobil elf saja. Dengan kata lain, biaya masuk gratis. Entah mengapa penjaga pantai mengenakan tarif seperti itu, mungkin karena kami datang pukul 7, terlalu pagi bukan. Selain itu pada jam pagi tersebut penjaga loket juga belum datang, sehingga pengunjung dapat langsung memasuki area pantai dan membayar saat keluar area atau ketika penjaga loket sudah ditempat.

Sebelum memasuki area pantai Batu Bengkung, terdapat pantai penyambut yang memiliki 2 batu besar sebagai pilarnya. Awalnya kami tak tahu mana yang disebut batu bengkung. Apakah 2 batu pilar itu ? Ternyata bukan. Kami belum sunguh-sungguh memasuki area Pantai Batu Bengkung.  

Setelah itu barulah kami memasuki area Pantai Batu bengkung. Beginilah pemandangan dari Batu bengkung yang memiliki 2 sisi.


sisi kanan 
Sayangnya terdapat sampah-sampah sisa pengunjung pantai yang berserakan. Disisi lain terdapat Batu Bengkung yang merupakan suguhan utama yang ditawarkan kepada pengunjung. Deretan batu ini merupakan pagar betis yang menahan ombak agar tidak meluber. Mengingat Pantai Batu Bengkung merupakan pantai laut selatan yang terkenal dengan ombaknya yang ganas. Walaupun ganas, tapi inilah yang membuat pengunjung takjub dengan indahnya ciptaan yang maha kuasa. Gradasi birunya laut menambah decak kagum pengunjung. MasyaAllah!


tepian batu bengkung

Bahkan bulu babi bisa ditemukan di genangan-genangan dari semprotan ombak. Hati-hati ya!
bulu babi 



Rabu, 01 Juli 2015

Mengubah Foto Menjadi Lukisan Cat Minyak dari Photoshop


Sudah lama saya tidak berkutat dengan photoshop semenjak kuliah. Nah, kali ini saya akan membagi ilmu mengenai bagaimana menyulap foto biasa menjadi lukisan cat minyak. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Buka photoshop yang ada pada laptop / komputer Anda

2. Buka / import foto yang akan dijadikan lukisan cat minyak.

3. Lalu gandakan layer (foto yang sudah diimport) dengan cara tekan CTRL + J pada keyboard atau klik kanan pada layer yang akan digandakan lalu klik Duplicate Layer.

4. Klik pada layer 1 (layer yang hasil duplicate) , lalu klik menu Filter dan klik Oil Paint.

5. Atur Brush dan Lightening sesuai dengan keinginan , lalu klik OK.

Selanjutnya foto / lukisan akan diwarnai. Langkat selanjutnya adalah :

6. Membuat layer kosong baru dengan cara klik Create a new layer sambil menekan tombol CTRL pada keyboard.

7. Pertama, yang akan diwarnai adalah wajah. Pilih warna kulit pada palet dengan kode warna f7cebf. Lalu klik Brush dan warnai wajah. Jangan lupa mengubah Layer 1 menjadi Multiply agar tekstur Oil Painting terlihat.


8. Selanjutnya adalah mewarnai kerudung. Pilih warna sesuai keinginan. Disini saya menggunakan kode warna fe74b8. Lalu warnai kerudungnya. 


9. Warnai baju dengan warna keinginan Anda. Disini saya memakai warna kuning dengan kode f0dd00.

10. Berikan sentuhan warna terakhir pada bibir. Kode warna yang saya pilih adalah ef948e . 

Maka hasil akhirnya adalah seperti ini. Selamat mencoba :))


Kamis, 18 Juni 2015

Hutan Bakau di Teriknya Surabaya

Surabaya merupakan daerah yang dekat dengan pantai. Pantai tersebut adalah Kenjeran. Ada pantai tentu ada bakau. Di daerah Wonorejo Surabaya inilah hutan bakau ini berada. Lokasi wisata mangrove ini tak sulit untuk dicari. Jalan menuju wisata mangrove Wonorejo ini bisa dijangkau dengan motor maupun mobil. Melewati rumah warga dan jalan yang agak tidak rata harus dilalui. Jalan yang harus dilewati adalah belokan setelah jembatan dekat Stikom Surabaya. 
Namanya juga Surabaya, meskipun namanya hutan tetap saja panas. Ekowisata mangrove ini tidak diungut biaya. Pengunjung hanya perlu membayar parkir yaitu 2000 rupiah. Wisata ini tutup pada jam 17.00 ketika matahari akan tenggelam. Pada kesempatan yang lalu, saya mengunjungi ekowisata ini pada sore hari. Mskipun sudah sore, hutan mangrove ini masih ramai oleh pengunjung. Terutama para pemburu foto. Sering kali tempat ini dipilih menjadi lahan hunting bagi photographer. Jembatan kayu menjadi pijakan para pengunjung yang berkeliling. Maklum, hutan bakau pasti ada genangan air dibawahnya. 


Disisi lain, ada tempat yang tak kalah menarik. Ada tempat sejenis tambak yang dihuni angsa dan ikan bahkan ular. Ketika menjelang sunset, pemandangannya sungguh indah.





Jumat, 12 Juni 2015

Patung Budha Terbesar di Indonesia


Sleeping Budha ? Hayo... coba tebak patung ini letaknya dimana ? Thailand ?
Patung Budha tidur ini berada di kecamatan Trowulan kabupaten Mojokerto. Konon katanya sleeping budha ini merupakan patung terbesar di Indonesia bahkan terbesar ketiga di dunia. Patung ini memiliki panjang 22 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 4,5 meter. WOW!
Patung ini terletak di sebuah vihara di kawasan wisata kerajaan Majapahit. Memang Trowulan terkenal akan kerajaan Majapahit. Walaupun panas, tapi cukuplah untuk menambah objek foto baru. Hehe


Kamis, 11 Juni 2015

B29 , Negeri diatas Awan

                               


“Terkadang ada saat dimana gelap malam seakan mampu mengerti kamu lebih dari yang lain. Bersama bintang. Bersama bulan. Bersama langit malam. Cukup dengan melihat alam, kamu merasakan kedamaian.” ― Rohmatikal Maskur

3 Juni 2015 lalu, saya bersama 18 orang yang lain memutuskan memulai sebuah petualangan. Sekitar pukul 20.00 rombongan touring kami berkumpul terlebih dahulu di bundaran ITS. Rombongan ini berisi hanya 2 orang cewek, termasuk saya, hmmm ya cukup ekstrim. Apalagi cowok-cowok mayoritas memakai jaket dan atribut berwarna hitam. Semakin ngeri. Sekitar 30 menit, kami menunggu yang lain datang. Ketika sudah lengkap , rombongan berangkat menuju rumah Ammar, komting SI 2014 untuk briefing dan berdoa. Pukul 21.00 rombongan pun berangkat menuju Waru untuk menghapiri Inan dan Bram yang menunggu disana. Namun , baru 1/4 jalan menuju Waru, motor Khai beberapa kali mati. Dengan kejadian itu, kami mempertimbangkan untuk memakai motor Irma yang sebelumnya dititipkan di rumah Ammar. Ammar, Pras, Khai dan saya kembali menuju rumah Ammar , sedangkan yang lain langsung menuju Waru. Setelah menukarkan motor kami langsung melanjutkan perjalanan. Kami berhenti di depan minimarket. Di pemberhentian ini, kami membeli kopi untuk sekedar menunda rasa ngantuk. Setelah dirasa cukup, kami melanjutkan perjalanan yang masih sangat panjang. Sejauh itu, kondisi jalan lancar dan tidak macet. 

Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, pukul 01.30 kami tiba di Probolinggo. Ujik mengajak kami mampir ke rumahnya untuk istirahat. Lagi lagi kopi adalah suguhan yang pas untuk perjalanan jauh ini. Namun ada juga teh hangat yang bisa menjaga tubuh tetap hangat. Tak ketinggalan gorengan yang bisa mengganjal perut. Terima kasih ibunya Ujik ^^


Setelah menghabiskan suguhan di rumah Ujik, kami melanjutkan perjalanan pada pukul 02.00 . Perjalanan masih lumayan panjang. Untuk menuju lokasi B29, kami melewati jalanan yang sangat gelap, tidak ada lampu, digin, terjal, sehingga beberapa dari kami terpaksa menuntun motor di tengah kegelapan. Namanya juga teman susah, kami semua memutuskan untuk menuntunnya bersama-sama. Setelah dirasa cukup, kami melanjutkan menaiki motor menuju puncak. Sekitar pukul 5.00 kami berhasil memasuki kawasan B29. Kami berhenti sejenak di depan sebuah gubuk. Tiba-tiba ada segerombolan orang bermotor dan memakai sarung yang dikalungkan dileher dan ada yang disilangkan di badannya mendatangi kami. Mereka adalah tukang ojek yang menawarkan jasanya pada kami. Namun, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dan melihat kondisi nantinya. Karena jam masih menunjukkan pukul 5 lebih , masjid adalah tujuan kami selanjutnya. Tukang ojek tadi membuntuti kami, dan menunggu didepan masjid.
Setelah sholat subuh, perjalanan harus dilanjutkan sebelum kami kehilangan sunrise yang memang sudah ditunggu-tunggu. Inan, Adrian, Ammar, Irma dan saya memutuskan untuk memakai jasa ojek . Tarif ojek cukup mahal yaitu 50 ribu sekali jalan sampai puncak. Yang lain memutuskan untuk memakai motor. Benar saja tarif ojek mahal. Medan yang dilalui curam dan terjal. Saya terheran-heran melihat tukang ojek dengan lihainya membelokkan stang di jalanan yang seperti itu. "Sudah biasa mbak..." katanya. Sepanjang jalan, kami disuguhi pemandangan yang sangat cantik. Apalagi saat itu matahari sedang malu-malu kucing menebarkan sinarnya. Sayangnya saya tak sempat memotret pemandangan tersebut. Bagaimana tidak, menaiki ojek di jalanan terjal memaksa saya untuk berpegangan dan tak sempat membuka HP.
Ditengah perjalanan, motor ojek yang saya naiki sempat tidak bisa berkutik ketika melewati jalanan becek dan menanjak. Akhirnya kami turun dari motor dan pak ojek mendorong motornya. Setelah sekitar 30 menit perjalanan menuju puncak, akhirnya tiba di puncak B29. Di lokasi tersebut masih terdapat warung yang menjual makanan seperti mie instan dan minuman hangat. Namun sayangnya tidak ada kamar mandi. Berbeda dengan sepanjang jalan menuju puncak, disini kabut menutupi pemandangan. Udaranya pun sangat dingin dan menusuk. Rasanya seperti berada didalam freezer, brrrrr.  Sambil menunggu yang lain tiba, kami menyempatkan diri untuk berfoto. Hingga pukul 7 pagi, kabut tak kunjung hilang. Tukang ojek mengatakan bahwa kabut biasanya turun sekitar pukul 8 pagi. Jadi, kami memutuskan untuk menunggu sambil membeli minuman hangat dan makanan di warung yang ada di sekitar lokasi tersebut.Karena perjalanan semalam memang benar-benar panjang dan melelahkan kami memutuskan untuk tidur. Ya walaupun tidak bisa mengembalikan energi sepenuhnya, setidaknya bisa mengistirahatkan tubuh sejenak. 

Beberapa jam kemudian, Endar tiba-tiba muncul sambil ngos-ngosan. Ya, mereka yang memutuskan untuk berjalan akhirnya tiba di puncak. Yeah, akhirnya semua sudah tiba dipuncak. Tapi, kabut tak kunjung pergi. Jadi, semua masuk ke warung untuk membeli sesuatu yang bisa menghangatkan tubuh, Sambil menunggu, kami bercerita tentang bagaimana perjalanan kami hari ini. Apalagi jika Imad yang bercerita, kami semua bisa tertawa tak henti-henti karena cerita, logat, dan ekspresinya yang lucu. Karena bosan, sekitar pukul 10 saya dan Irma memutuskan untuk berkeliling di sekitar warung kemudian kami naik ke puncak yang lebih tinggi. Imad membuntuti kami dibelakang. Di puncak B30 pun kabut masih betah menyelimuti kami. Hingga akhirnya Irma dan saya berputar-putar seperti orang gila, kami menyebutnya ritual mengusir kabut. Tak disangka, angin berhembus kencang dan perlahan kabut menghilang. Pemandangan cantik pun perlahan memperlihatkan dirinya. MasyaAllah, kami bisa melihat gunung Bromo dan Semeru dari sini. Memang benar sebutan desa diatas awan itu. Mereka yang masih tidurpun bangun dan beranjak ke puncak mengikuti kami.
Yah, sebagian besar dari kami selalu berkata "Akhirnya perjalanan yang panjang ini terbayar sudah". Tak berpikir lama kami berfoto-foto sebelum kabut menutupi lagi.




Sembari berfoto-foto, Ujik membawa sebuah terpal untuk beristirahat sambil menikmati pmandangan.
Setelah dirasa cukup, kami memutuskan untuk turun dan kembali ke masjid tempat kami sholat subuh tadi. Sekitar pukul 11.45 kami tiba di masjid. Sambil menunggu adzan dzuhur, kami beristirahat. Kami tidur di masjid sekitar 4 jam. Setelah itu kami sholat ashar dan melanjutkan perjalanan pulang. Kami melanjutkan perjalanan ke rumah Ujik, lagi. Tapi, Hans langsung menuju Surabaya karena ada janji, cieeee.Lanjut....Yaaa maafkan kami Ujik selalu merepotkanmu, hehe. Kami tiba pada pukul 19.30 . Lagi-lagi ibu Ujik menyediakan makanan. Nasi goreng dan teh hangat, ya cukup untuk mengganjal perut kami yang kelaparan. Sambil beristirahat lagi-lagi Imad stand up comedy yang membuat kami tertawa seakan tidak lelah lagi. Entahlah kenapa anak ini lucu sekali. Bahkan mendengar suaranya pun sudah membuat orang ingin tertawa, HAHA.

Setelah makan, minum, bercanda, semua tidur lelap seakan tak mendengar apa-apa. Karena saya dan Irma adalah satu-satuya cewek disitu, jadi kami tidur di kamar yang sudah disediakan ibu Ujik. Pukul 3 pagi saya mendengar ada yang mengetuk pintu kamar, saya terbangun lalu membangunkan Irma yang tidurnya sangat lelap. Lelap sekali sampai susah dibangunkan. Dasar Irma....
Pukul 3.15 kami melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Masih sangat ngantuk, tapi apa boleh buat. Pukul 5.00 kami berhenti disebuah masjid untuk sholat subuh. Setelah itu perjalanan berlanjut. Muka kami terlihat sangat lelah dan ngantuk, ya maklum saja kami hanya tidur sebentar. Saat langit sudah terang , kami berhenti di sebuah POM untuk mengisi bahan bakar. Kebetulan, ada bapak penjual gorengan, kami juga membeli untuk mengganjal perut. Perjalanan dilanjutkan kembali. Hingga saat di Sidoarjo kami semua berpencar alias kehilangan jejak. Saat membaca chat di grup yang kami buat, ternyata Firman mengalami kecelakaan dan harus dirawat di RS di Sidoarjo. Disaat yang sama ban motor Irma bocor, jadi saya, Alim, Irma, dan Khai menunggu ban tersebut ditambal. Endar, Pras, Ammar, dan Tatus menunggu di perbatasan Sidoarjo-Surabaya. Setelah ban selesai ditambal, kami menyusul kesana. Kondisi jalanan saat itu memang sangat padat merayap, maklum saja jam berangkat sekolah dan jam berangkat kerja. Setelah bertemu di perbatasan Sidoarjo-Surabaya itu, kami berhenti dan beristirahat sejenak. Lalu, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke rumah Ammar. Mereka yang masih di Rumah sakit menunggu Firman terpaksa kami tinggal. Maafkan, kami tunggu di rumah Ammar kok. Setelah sampai rumah Ammar , Irma langsung saja pulang duluan,begitupun saya dan Khai. Nah, entahlah bagaimana kelanjutannya. Tapi beberapa jam kemudian grup ramai dengan kata-kata "Sudah selamat sampai rumah rek","Terima kasih atas petualangannya, rek" . Sungguh melelahkan tapi tak terlupakan. Terima kasih teman-teman ^_^

Sabtu, 23 Mei 2015

BELAJAR EFEKTIF

Belajar merupakan suatu keharusan bagi setiap orang. Menurut Nasution, Belajar adalah menambah dan mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Namun, setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk belajar. Ada tiga gaya dalam belajar yaitu, Audiotori atau belajar dengan mendengarkan, visual atau belajar dengan melihat, dan Kinestetik atau belajar dengan menyentuh, bergerak atau bekerja. Belajar efektif adalah cara belajar yang dapat meraih tujuan yang ingin dicapai dari belajar itu sendiri, sesuai dengan kompetensi dasar dari materi yang diajarkan. 
Nah , untuk mendownload file presentasi dari Belajar efektif ini silahkan klik disini


Jelajahi juga : Sistem Informasi ITS